Uang Kaget Merubah Nasib

Senin - Kamis, 14.45 WIB

Uang Kaget Merubah Nasib #BagiBagiBahagia bersama Mr.M dan Zhi Alatas!
Meski waktu pergi jauh, dia setia mengikuti arah angin
Dalam kesederhanaan, dia membawa harapan!

Bapak Toni berprofesi sebagai buruh serabutan beliau biasa mengerjakan apa saja yang bisa beliau kerjakan seperti kuli angkut batu dan juga pasir pekerjaan itu pun tidak setiap hari ada.penghasilan beliau dalam satu hari jika sedang menjadi kuli angkut batu dan pasir hanya berkisar Rp 30.000 dalam satu hari.Beliau pun memanfaatkan pekarangan belakang rumahnnya dengan menanan poho pepaya daun singkong dan juga cabai jika beliau sedang tidak ada pekerjaan paling tidak beliau bisa memanfaatkan pohon yang ditanam untuk makan keluarga ujar beliau.Dari penghasilan yang sangat jauh dari kata cukup beliau pergunakan untuk kebutuhan makan sehari hari dan beliau sisihkan untuk membeli susu formula sang anak bungsunya yang berusia 10 bulan.
Saat ini sang istri tidak bekerja lantaran harus menjaga sang anak yang masih kecil beliau memiliki 4 orang anak dimana anak pertama beliau berusia 12 tahun bernama lukman saat ini masih duduk dibangku SD kelas dua Lukman diusia nya yang saat ini 12 tahun memiliki fisik seperti anak berusia 7 tahun sang anak pun lambat dalam menerima pelajaran sehingga yang seharus nya sudah kelas 1 SMP namun anak tersebut masih duduk dibangku kelas 2 SD.Dari usia lukman 8 tahun lukman pun sudah terbiasa membantu sang ayah mengangkut tanah dengan pengki ketika sang ayah mendapatkan pekerjaan membuat lobang sepiteng.anak keduanya saat ini berusia 9 tahun namun sang anak dari bayi sudah tidak tinggal bersama dengan beliau sang anak diasuh oleh saudara nya lantaran sang saudara belum memiliki keturunan.anak ke tiga nya pun berusia 7 tahun belum bersekolah lantaran beliau belum memiliki uang untuk menyekolahlan sang anak.anak ke empat nya berusia 10 bulan saat ini harus meminum susu formula lantaran asi sang istri bermasalah setiap kali sang anak menyusui pada sang ibu bukan asi yang keluar namun berbentuk cairan darah berwarna merah dari situ lah bidan setempat menyarankan agar sang anak tidak diberi asi.Dokter puskesmas pun tidak memberikan diagnosa tentang penyakit yang dialami sang istri.
Pak Toni terus berjuang demi memenuhi kebutuhan keluarga beliau apa pun beliau kerjakan asal kan halal dan menghasilkan uang untuk beliu bawa pulang untuk keluarga,Saat ini beliau tinggal dirumah yang kondisinya sangat memprihatinkan beralaskan tanah beliau mendirikan rumah di lahan tersebut dengan menggunakan triplek bambu dan bahan seadanya saja.Beliau pernah mengontrak namun lantaran pekerjaan beliau tidak tetap tiap harinya sering telat membayar kontrakan akhirnya beliau memutuskan untuk meminta ijin mendirkan tempat tinggal untuk keluarga.




Bedah Rumah

Super Deal Indonesia