Bedah Rumah

Senin & Selasa, 19.15 WIB
Minggu 15.30 WIB

Keluarga Pak Markom

Umur  Pak Markom sudah beranjak dari 60 tahun, namun ia masih bekerja sebagai kuli panggul beras dan semen di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Seringkali Pak Markom harus beristirahat bekerja karena kondisi fisiknya menurun. Otomatis, penghasilan Pak Markom pun menurun.
Demi membantu keuangan keluarga, istri Pak Markom, Ibu Juhaeriah, bekerja memisahkan tulang ikan dari daging. Pekerjaannya ini dilakukan di pelelangan ikan yang letaknya jauh dari rumah. Per hari Ibu Juhaeriah mendapat imbalan Rp 10.000, untuk menghemat ongkos, Ibu Juhaeriah jalan kaki dari pelelangan ikan ke rumahnya.
2 anak tertua Pak Markom sudah menikah, namun keduanya pun hidup dalam kekurangan sementara anak bungsu Pak Markom, Abdul Gani, mengalami cacat mata sehingga tidak ada yang mau menerima bekerja.
 

Rumah Pak Markom

Meski hidup terasa sulit, Pak Markom menolak untuk menyerah dan menjalaninya dengan ikhlas. Setiap hari ia tetap tekun bekerja dan konsisten menekuni pekerjaannya. Ditambah lagi, cobaan memiliki anak – anak istimewa namun Pak Markom dan Ibu Juhaeriah mampu melewatinya dengan ikhlas. Bagi mereka, anak adalah titipan Tuhan.
Keadaan dan tekad kerja keras yang teguh dari Pak Markom dan Ibu Juhaeriah mengetuk pintu hati #BedahRumahGTV hingga ingin #BagiBagiBahagia bersama Pak Markom dan Ibu Juhaeriah sekeluarga. Bagaimanakah bentuk rumah idaman yang sudah lama diinginkan oleh Pak Markom dan Ibu Juhaeriah sekeluarga? Saksikan Bedah Rumah setiap hari Senin & Selasa pukul 19.15 WIB hanya di GTV!

Mari berbagi kebahagiaan! #BagiBagiBahagia
Daftarkan warga yang tinggal di rumah tak layak huni untuk di bedah! Caranya mudah!
Kirim cerita pemilik rumah dan kondisi bangunan rumah ke email : bedahrumah.gtv@mncgroup.com

 

 




Singing Battle Indonesia

Bahagia Cara Uya

Pantang Ngemis

Uang Kaget

Family 100 Indonesia

The Mask Singer Indonesia