Pantang Ngemis

Senin - Jumat, 15.15 WIB

Kotak es kusam miliknya dipikul Kakek dengan tubuh rentanya. Usianya yang beranjak 82 tahun ini masih harus merasakan teriknya panas matahari. Setiap harinya engkong berdagang es melon keliling di daerah Cise’eng, Bogor. Tak jarang kakek merasakan pegal pada tubuhnya akibat beban yang dipikulnya. Tubuhnya yang renta ini sudah tidak mampu lagi jika harus mendorong gerobak ataupun mengendarai sepeda. Kerja kerasnya tidak sebanding dengan hasil yang didapatnya, bahkan pernah kakek hanya menerima uang Rp 4.000 setelah seharian berdagang keliling. Dengan penghasilannya tersebut, engkong harus bisa menyisihkannya lagi untuk membayar hutang ke bank keliling, sebesar Rp 20.000/minggunya. Hutang tersebut dipinjam kakek sebesar RP 100.000 untuk membeli makanan karena kakek tidak bisa berdagang akibat sakit.
Kong Sa’ari saat ini tinggal menumpang di rumah ponakannya bersama ke 3 cucunya. Sedangkan sang istri sudah meninggal sejak 20 tahun lalu. Tempat di tumpanginya hanya berupa warung bekas keponakannya, dan terkadang bocor saat hujan. Kong Sa’ari sebenarnya memiliki dua orang anak, namun karena kedua anaknya sudah berapa tahun ini tidak peduli lagi dengannya dan tidak pernah lagi silaturahmi, Engkong hanya dapat meminta bantuan keponakannya tersebut. Bahkan anak-anaknya tidak mengakui engkong lagi sebagai orang tua. Engkong pun tidak mengetahui alasannya. Saat ini engkong hanya bisa pasrah dan berdoa agar suatu saat nanti anak-anaknya dibukakan hatinya sehingga bersedia mengakui engkong.

Daftarkan segera target yang menurut kamu layak untuk mendapatkan kejutan dari Tim "Pantang Ngemis" GTV dengan format :
Nama, Usia, Alamat, Profesi, Foto serta alasan kenapa kamu merekomendasikan sang Target
Kirimkan melalui email pantangngemis.gtv@mncgroup.com




Family 100 Indonesia

Bedah Rumah

Uang Kaget