Pantang Ngemis

Setiap Hari, 16.30 WIB

Mereka tidak bisa memilih untuk terlahir miskin, dan hidup adalah tentang bersyukur

Hidup Pak Jaelani tak bisa sama lagi setelah ia mengalami kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan yang menimpanya saat mengendarai sepeda motor mengakibatkan kakinya patah dan tak bisa berjalan normal. Namun, ia tak mau menyerah begitu saja kepada nasib. Pak Jaelani tetap semangat berjualan tisu dari jam 11 hingga jam 5 sore di daerah SGC.Setelah penat berjualan, ia tidak bisa langsung beristirahat dengan nyaman di rumahnya. Ia hanya bisa pulang ke halte terdekat dan tidur dengan beralaskan kardus. Jika ingin pulang ke rumah, Pak Jaelani harus mengumpulkan uang ongkos terlebih dahulu.
Saat ini Pak Jaelani sedang menabung untuk persiapan hari tuanya kelak,  jika suatu saat nanti beliau sakit dan juga untuk  persiapan jika beliau tak umur panjang sehingga tidak merepotkan orang lain (Uang untuk membeli perlengkapan kain kafan dan pemakaman). Pedihnya hidup harus ia tanggung sendiri karena sang istri sudah lama meninggal akibat tragedi tsunami di Aceh. Anaknya pun terpaksa putus sekolah, akibatnya, saat ini anaknya tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Meski kesulitan demi kesulitan hidup menghampirinya, Pak Jaelani tetap bersyukur karena telah diberi kesehatan dan umur panjang. Harapan Pak Jaelani satu – satunya adalah menunaikan ibadah, shalat dan bersedekah dengan baik.
Apakah Pak Jaelani bisa melewati rintangan yang Zhi Alatas dan tim #PantangNgemisGTV berikan?

Ayo daftarkan sosok yang tepat untuk target "Pantang Ngemis" dengan format : NAMA, USIA, ALAMAT, PROFESI dan FOTO TARGET. Disertai alasan mengapa anda merekomendasikannya. Kirimkan melalui email ke alamat pantangngemis.gtv@mncgroup.com




Singing Battle Indonesia

Bahagia Cara Uya

Uang Kaget

Family 100 Indonesia

The Mask Singer Indonesia

Bedah Rumah